TopupKuy
18 Okt 2026, 22.0720x dibaca

Killua atau Sanz? Baloyskie Ungkap Syarat Pemilihan Mid Laner ONIC untuk Playoff MPL ID S18

Ditulis oleh Shintia Nurcholisa

Killua atau Sanz? Baloyskie Ungkap Syarat Pemilihan Mid Laner ONIC untuk Playoff MPL ID S18

Persaingan memperebutkan posisi mid lane ONIC Esports menjadi salah satu hal menarik menjelang babak playoff Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 18 (MPL ID S18). Dua nama yang menjadi sorotan adalah Killua dan Sanz, yang berpeluang mengisi posisi penting tersebut saat Sang Raja Langit menghadapi fase penentuan.

Situasi ini muncul setelah Killua bergabung dengan ONIC pada pekan kelima, tepat ketika leg kedua regular season dimulai. Kedatangannya menjadi bagian dari perubahan komposisi tim setelah Sanz, yang memiliki nama asli Gilang, harus menepi karena masalah pada matanya.

Kini, muncul pertanyaan apakah ONIC akan kembali mengandalkan Sanz apabila ia siap bermain, atau mempertahankan Killua yang telah menjalani pertandingan bersama tim.

Dalam wawancara eksklusif dengan Esports ID pada 18 Oktober 2026, asisten pelatih ONIC, Baloyskie, memberikan gambaran mengenai pertimbangan yang mungkin digunakan untuk menentukan pemain utama. Menurutnya, performa saat latihan akan menjadi faktor penting, meskipun keputusan akhir belum ditetapkan.

Baloyskie: Pemain yang Lebih Jago Saat Scrim Bakal Bermain

Baloyskie menjelaskan bahwa ONIC belum bisa menentukan siapa yang akan mengisi posisi mid lane apabila Sanz kembali tersedia. Salah satu pertimbangannya adalah Sanz belum kembali menjalani latihan bersama tim.

Ia juga menegaskan bahwa skenario pemilihan pemain tersebut masih berupa asumsi, bukan keputusan final yang telah disepakati bersama Coach CW.

“Kita enggak bisa pilih soalnya Gilang (nama asli Sanz) lagi enggak mau latihan. Jadi kalau Gilang balik, siapa yang lebih jago dia yang bakal main,” ujar Baloyskie.

Baloyskie kemudian menjelaskan bahwa penentuan tersebut idealnya didasarkan pada performa pemain selama sesi scrim atau latihan tanding.

“Jadi sebagai asumsi harusnya seperti ini, di scrim siapa yang lebih jago bakal main,” lanjutnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk mengisi posisi mid lane masih terbuka bagi Killua maupun Sanz. Jika Sanz kembali berlatih, performa keduanya dalam persiapan menuju playoff berpotensi menjadi bahan evaluasi tim.

Namun, belum ada kepastian siapa yang akan dipilih ONIC. Baloyskie juga menyebut bahwa kemungkinan tersebut belum dibicarakan bersama Coach CW karena Sanz belum kembali menjalani latihan.

Killua Dinilai Layak Mendapat Kesempatan yang Adil

Selain membahas performa saat latihan, Baloyskie menyoroti pentingnya memberikan kesempatan yang adil kepada Killua.

Sejak bergabung pada leg kedua regular season, Killua menjadi salah satu opsi ONIC untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Sanz. Karena itu, keputusan untuk langsung mengembalikan posisi tersebut kepada Sanz tanpa melalui proses latihan dinilai kurang tepat.

Baloyskie menyampaikan pandangannya secara langsung.

“Soalnya enggak adil buat Killua kalau Sanz dari enggak scrim tiba-tiba langsung main,” ungkapnya.

Komentar tersebut memperlihatkan bahwa penentuan pemain bukan hanya berkaitan dengan status atau pengalaman sebelumnya. Kesiapan, performa, dan proses persiapan menjelang playoff juga perlu menjadi pertimbangan.

Bagi Killua, kesempatan tersebut dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di posisi mid lane ONIC. Sementara bagi Sanz, kembali berlatih bersama tim akan menjadi langkah penting jika ingin masuk dalam pertimbangan komposisi pemain untuk playoff.

Meski begitu, pernyataan Baloyskie tidak berarti Killua sudah dipastikan menjadi starter ataupun Sanz kehilangan peluang untuk bermain. Keputusan akhir tetap berada di tangan tim setelah mempertimbangkan kebutuhan dan kesiapan pemain.

Mengapa Posisi Mid Lane Penting bagi ONIC di Playoff?

Posisi mid lane memiliki peran penting dalam permainan Mobile Legends. Pemain di posisi ini perlu menjaga jalur tengah, membantu rotasi ke lane lain, serta mendukung tim dalam perebutan objektif.

Dalam pertandingan berintensitas tinggi seperti playoff MPL ID, koordinasi antara mid laner, jungler, roamer, dan sidelaner dapat memengaruhi jalannya permainan. Keputusan rotasi dan penguasaan area juga bisa menentukan apakah tim mampu membangun keunggulan sejak fase awal.

Karena itu, ONIC membutuhkan pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan mekanik, tetapi juga memahami strategi dan komunikasi tim.

Performa saat scrim dapat membantu pelatih menilai kesiapan pemain dalam menjalankan strategi yang disiapkan. Meski hasil latihan bukan satu-satunya faktor penentu, evaluasi tersebut bisa memberikan gambaran mengenai koordinasi dan konsistensi permainan.

Dalam konteks persaingan Killua dan Sanz, pertimbangan tersebut menjadi relevan karena ONIC perlu memilih komposisi yang paling siap menghadapi tekanan playoff.

Killua vs Sanz: Siapa yang Lebih Berpeluang Mengisi Mid Lane ONIC?

Untuk saat ini, belum ada jawaban pasti mengenai siapa yang akan menjadi mid laner utama ONIC di playoff MPL ID S18. Berdasarkan penjelasan Baloyskie, peluang keduanya masih terbuka dengan catatan bahwa Sanz perlu kembali menjalani latihan bersama tim agar bisa dievaluasi.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian menjelang keputusan final:

  • Kesiapan mengikuti latihan: Sanz perlu kembali berlatih bersama tim apabila ingin masuk dalam proses evaluasi untuk playoff.

  • Performa saat scrim: Baloyskie mengisyaratkan bahwa pemain yang tampil lebih baik dalam latihan tanding berpeluang mendapatkan kesempatan bermain.

  • Koordinasi dengan tim: Mid laner harus mampu menyesuaikan permainan dengan strategi, rotasi, dan kebutuhan rekan setim.

  • Kebutuhan pertandingan: Pemilihan pemain juga perlu mempertimbangkan strategi yang ingin diterapkan ONIC saat menghadapi lawan di playoff.

Faktor-faktor tersebut merupakan gambaran pertimbangan yang relevan berdasarkan pernyataan Baloyskie, bukan daftar keputusan resmi dari staf pelatih.

Dengan belum adanya keputusan final, penggemar ONIC masih perlu menunggu perkembangan persiapan tim dan pengumuman susunan pemain menjelang pertandingan playoff.

Persaingan Killua dan Sanz untuk mengisi posisi mid lane ONIC Esports menjadi salah satu cerita menarik menjelang playoff MPL ID S18. Baloyskie menegaskan bahwa performa saat scrim seharusnya menjadi pertimbangan penting, sekaligus menyoroti perlunya memberikan kesempatan yang adil kepada Killua.

Meski Sanz memiliki riwayat sebagai pemain ONIC di posisi tersebut, belum ada jaminan bahwa ia akan langsung kembali menjadi starter. Begitu pula dengan Killua, yang masih perlu menunjukkan performa terbaiknya untuk mendapatkan kepercayaan tim.

Kini, perhatian penggemar tertuju pada perkembangan latihan dan keputusan akhir ONIC menjelang playoff. Siapa pun yang terpilih, konsistensi, komunikasi, dan koordinasi tim akan menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan di fase penentuan.

Ikuti TopupKuy untuk mendapatkan petunjuk, strategi, tips & trik hemat, serta berita terbaru seputar Mobile Legends, MPL Indonesia, dan perkembangan esports favoritmu.

Pertanyaan Umum

Jawaban singkat seputar topik artikel ini

  • Siapa yang akan menjadi mid laner ONIC di playoff MPL ID S18?

    Belum ada keputusan final dalam informasi yang disampaikan Baloyskie. Killua dan Sanz masih berpeluang mengisi posisi tersebut, dengan performa saat latihan menjadi salah satu pertimbangan jika Sanz kembali bergabung dalam scrim.

  • Apa kata Baloyskie mengenai persaingan Killua dan Sanz?

    Baloyskie menyebut bahwa pemain yang tampil lebih baik saat scrim seharusnya mendapat kesempatan bermain. Ia juga menilai akan kurang adil bagi Killua jika Sanz langsung bermain tanpa kembali menjalani latihan bersama tim.

  • Mengapa Killua bergabung dengan ONIC Esports?

    Menurut artikel sumber, Killua bergabung pada pekan kelima MPL ID S18, bertepatan dengan dimulainya leg kedua regular season. Kedatangannya terjadi setelah Sanz harus menepi akibat masalah pada matanya.

Baca Juga

Saluran WhatsApp

Info & promo TopupKuy di WhatsApp

Gabung